Sabtu, 26 November 2011

Morfologi Tumbuhan


LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI UMUM I
“MORFOLOGI TUMBUHAN”




Oleh
NAMA                     :  RISKA FITRI
NIM                          :  08101004052
KELOMPOK          :  IX (SEMBILAN)
ASISTEN                 :  HENNY SILVIANI







LABORATORIUM ZOOLOGI
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDERALAYA
2010
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Morfologi tumbuhan ialah ilmu yang mempelajari struktur organ tumbuhan baik mengenal akar, daun, batang, bunga, buah, maupun bijinya. Pada dasarnya, tumbuhan terdiri atas 3 (tiga) organ pokok, yaitu akar (radiks), batang (caulis), dan daun (folium). Tumbuhan yang mempunyai ketiga unsur pokok tersebut adalah golongan kormofita (kormofita berasal dari Bahasa Yunani yaitu, cormus berarti akar, batang dan daun; sedangkan phyta berarti tumbuhan). Selain itu bagian lain dari tubuh tumbuhan dapat dikatakan sebagai turunan (derivat) dari salah satu atau dua bagian pokok tersebut yang telah mengalami perubahan bentuk, sifat dan fungsi (Setiawan 2010: 32).
Secara umum struktur anatomi akar tersusun atas jaringan epidermis, sistem jaringan dasar berupa korteks, endodermis, dan empulur; serta sistem berkas pembuluh. Pada akar sistem berkas pembuluh terdiri atas xylem dan floem yang                           tersusun berselang-seling. Pada struktur anatomi tumbuhan dikotil dan monokotil berbeda, baik dari segi fungsi, susunan serta bagian-bagian dari tumbuhan tersebut (Anonim 2010: 1).
Akar tumbuhan menyerap air dan berbagai mineral seperti nitrogen, fosfor, besi, kalsium dan kalium dari dalam tanah. Zat-zat ini sangat penting dalam proses pembuatan makanan pada tumbuhan. Perjalanan dari akar menuju daun, tempat makanan dimasak, bisa memakan waktu lama. Tumbuhan mempunyai jaringan vaskuler untuk mengalirkan air dan sari makanan. Air yang mengandung larutan mineral masuk melalui rambut-rambut halus di dekat ujung akar. Dari sini air mengalir melalui sel-sel sampai ke jaringan xylem yang tersusun dari pembuluh-pembuluh yang didukung oleh serat tipis. Pembuluh ini mengalirkan air ke atas sampai ke daun (Sambodo 1996: 8).
Akar merupakan organ tumbuhan yang berfungsi untuk menyerap air dan unsur-unsur hara serta untuk menompang tegaknya tumbuhan. Akar merupakan bagian pertama yang tumbuh dari suatu biji yang berkecambah yang kemudian tumbuh tegak ke bawah dan kemudian berkembang menjadi akar utama. Selanjutnya tumbuh cabang yang kecil. Sistem perakaran ini disebut sistem akar tungggang dan merupakan salah satu ciri kelas dikotil. Jika cabang tumbuh lebih besar dengan akar utama atau akar utama berdegenerasi dan diganti dengan akar-akar ramping yang keluar dari akar utama yang tidak berkembang, maka sistem akar ini disebut sistem akar serabut dan merupakan salah satu ciri tumbuhan monokotil (Setiawan 2010; 32).
Makanan yang dimasak oleh daun melalui proses fotosintesis dialirkan ke seluruh tumbuhan melalui sel-sel kecil berbentuk tabung. Sel ini disebut sel tapis karena pada dindingnya terdapat lubang kecil menyerupai saringan. Lubang kecil ini didukung oleh oleh sel lain membentuk jaringan floem. Floem dan xylem saling berdekatan, dan diantaranya terdapat lapisan sel-sel yang disebut kambium. Setiap tahun jaringan veskuler yang dihasilkan di pusat tumbuhan akan bertambah banyak. Lapisan disekelilingnya juga tumbuh semakin banyak untuk melindungi dan mendukungnya (Sambodo 1996: 8).
Akar adalah bagian pokok samping batang dan daun bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. Sifat-sifat akar antara lain: (1) bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh kepusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop) meninggalkan udara dan cahaya, (2) tidak berbuku-buku, tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sirik-sirik maupun                               bagian-bagian yang lainnya, (3) warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan, (4) tumbuh terus pada ujungnya tetapi umumnya pertumbuhan                    masih kalah pesat jika dibandingkan dengan bagian permukaan tanah, (5) bentuk ujungnya sering kali merunjing sehingga lebih mudah untuk menembus tanah (Anonima 2010: 2).
Batang merupakan sumbu dengan daun yang melekat padanya. Diujung titik tumbuhnya batang dikelilingi oleh daun muda dan menjadi tunas terminal. Dibagian batang yang lebih tua yang daunnya saling berjauhan, buku (nodus) tempat daun yang melekat pada batang dapat dibedakan dari ruas (internodus), yakni bagian batang diantara dua buku yang berurutan. Diketiak daun biasanya terdapat tunas ketiak. Bergantung pada tumbuhan ruas dapat dibedakan beberapa macam bentuk tumbuha. Batang bisa memperlihatkan tumbuh yang memanjang dengan buku dan ruas yang jelas. Sebaliknya batang juga dapat amat pendek dan letak daunnya merapat membentuk roset. Taraf percabangan yang terjadi jika tunas ketiak tumbuh menjadi ranting menambah keragaman bentuk (Gembong 2005: 11).
Daun merupakan bagian vegetatif dari tumbuhan, dimana proses fotosintesis dapat berlangsung. Daun pertama berkembang dari bagian embrio yang disebut plumule. Ada 3 (tiga) ciri daun yang penting, yaitu tipis melebar, berwarna hijau, dan duduk pada batang dengan posisi menghadap sinar matahari. Sifat-sifat tersebut sesuai dengan fungsi daun sebagai tempat untuk asimilasi, respirasi, transpirasi, dan gutasi (Setiawan 2010: 34).
Baik dari segi morfologi maupun anatomi, daun merupakan organ yang amat beragam. Struktur jaringan pembuluh dalam tangkai dan daun utama biasanya mirip dengan dalam batang. Ciri yang paling penting pada daun adalah bahwa pertumbuhan pada aspeknya segera terhenti. Berdasarkan macamnya, dikenal adanya daun tunggal dan daun majemuk. Perbedaan utama dari keduanya adalah pada katiak daun tunggal terdapat tunas, sedangkan pada ketiak anak daun majemuk tidak ditemukan adanya tunas (Hidayat 1995: 195).

1.2  Tujuan percobaan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan struktur morfologi organ-organ tumbuhan.










BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Bunga (flos) merupakan alat reproduktif seksual yang kompleks dan tumbuhan berbunga akan menghasilkan buah berbiji dan berasal dari turunan (derivat) tunas batang dan daun. Meskipun tipe bunga sangat bervariasi, namun pola dasar dari bunga adalah sama. Menurut Setiawan (2010: 35) secara umum, bagian-bagian bunga adalah :
1.      Tangkai bunga (pedicellus). Untuk tangkai perbungaan disebut peduncullus.
2.      Dasar bunga (receptacle) merupakan pelebaran dari tangkai bunga.
3.      Perhiasan bunga (perianthum) yang terdiri dari :
-          Kelopak bunga atau callyx (susunan dari sepal) menyerupai daun dan umumnya berwarna hijau. Pada beberapa tumbuhan terdapat callyx tambahan (epycallyx).
-          Mahkota bunga atau corolla (susunan dari petal) yang pada umumnya berwarna sangat menyolok atau putih.
4.      Benang sari (stamen) yaitu bagian bunga yang merupakan alat perkembangbiakan jantan. Benang sari tersebut menghasilkan sebuk sari untuk penyerbukan. Stamen terdiri dari tangkai sari (filamen) dan kepala sari (anthers) yang mempunyai 2-4 kantung sari (theca).
5.      Putik (pistillum) yaitu bagian bunga yang merupakan alat perkembangbiakan betina. Putik terdiri dari bakal buah (ovarium), dimana di dalamnya terdapat bakal biji, tangkai putik (styllus), dan kepala putik (stigma).
Perubahan kimia dalam biji dan buah yang sedang tumbuh. Zigot, kantung embrio, dan ovul berkembang menjadi biji, sementara ovarium disekelilingnya berkembang manjadi buah (perikarp). Terjadi sejumlah perubahan anatomi dan kimia. Seringkali sukrosa, glukosa, fruktosa tertimbun di ovul sampai inti endosperma diselimuti dinding sel; kemudian, konsentrasi gula menurun saat digunakan dalam proses pembentukan dinding sel dan sintesis pati atau lemak. Gula ini sebagian besar berasal dari sukrosa dan gulu lainnya yang diangkut melalui floem menuju biji dan buah muda. Sebagian besar nitrogen dalam biji dan buah yang belum matang berbentuk protein, asam amino glutamin dan asparagin (Salisbury dan Ross 1991: 26-27).
Bagian batang tempat duduk nya atau melekatnya daun di namakan buku-buku (nodus) batang. Dan tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun di namakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau yang di namakan klorofil, oleh karena itu daun biasanya berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang di tempati tumbuh-tumbuhan tampak hijau pula (Gembong 2003: 7).
Tumbuhan mempunyai jaringan vaskuler untuk mengalirkan air dan                 sari makanan. Air yang mengandung larutan mineral masuk melalui rambut-rambut halus di dekat ujung akar. Dari sini air mengalir melalui sel-sel sampai ke             jaringan xylem yang tersusun dari pembuluh-pembuluh yang di dukung serat tipis. Pembuluh ini mengalirkan air ke atas sampai ke daun. Pada saat yang sama makanan yang di masak oleh daun melalui proses fotosintesis di alirkan ke seluruh tumbuhan melalui sel-sel kecil berbentuk tabung. Sel ini di sebut sel tapis                 karena pada dindingnya terdapat lubang kecil menyerupai saringan. Lubang kecil  di dukung oleh sel lain membentuk jaringan floem. Floem dan xylem                      saling berdekatan, dan di antaranya terdapat sel-sel yang di sebut kambium (Sambodo 1996: 8).
Sel tertua pada tudung akar terletak pada bagian distal (bagian yang terjauh dari pertautannya pada tumbuhan. Pada bagian proksimal (lebih dekat dengan meristem) terdapat sel muda yang baruterbentuk dari meristem apical. Tudung akar melindungi meristem ketika akar menerobos tanah dan merupakan daerah yang peka terhadap gravitasi pada akar. Tudung akar mengeluarkan lender yang kaya akan polisakarida atau musigel pada bagian luarnya, yang melumasi akar saat menyelinap di antara partikel tanah. Pengeluaran lendir tersebut memerlukan aktivitas kantung golgi (Salisbury dan Ross 1991: 21).
Bentuk daun yang tipis melebar, berwarna hijau, dan duduknya pada batang yang menghadap ke atas itu memang sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan, yaitu sebagai alat untuk :
1. pengambilan zat-zat makanan (resorbsi), terutama yang berupa zat gas karbon dioksida.
2. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi).
 3. Penguapan air (transpirasi).
4. Pernafasan (respirasi).
Tumbuhan mengambil zat zat makanan dari lingkungannya dan zat yang di ambil (di serap) tadi adalah zat-zat yang bersifat anorganik. Air beserta garam-garam                 di ambil dari tanah oleh akar tumbuhan, sedang gas asam arang (karbondioksida) yang merupakan zat makanan pula bagi tumbuh-tumbuhan di ambil dari                 udara melalui celah-celah yang halus yang di sebut mulut daun atau stoma (Gembong 2003: 8).
Tanaman padi termasuk golongan tanaman semusim. Bentuk batangnya bulat dan berongga di sebut jerami, daunnya memanjang seperti pita yang berdiri pada ruas-ruas batang. Pada ujung batang utama dan batang anakan membentuk tumpun, pada fase generatif akan membentuk malai. Bagian daun dari bawah ke atas terdiri dari pelepah daun, leher daun, daun telinga, lidah daun, dan helai daun. Daun bendera adalah daun yang terletak pada tiap batang sebagai daun terakhir atau teratas (Nurmala 1998: 42).
Bunga padi terdiri atas tangkai bunga, kelopak bunga lemma (gabah padi yang besar), palae (gabah padi yang kecil), putik, kepala putik, tangkai sari, kepala sari, dan bulu (awu) pada ujung lemma. Setelah terjadi penyerbukan akan terbentuk buah yang terjadi dari lembaga dan endosperm, yang di sebut caryopsis, buah ini juga kemudian akan membentuk biji (Nurmala 1998: 42).
Mekanisme yang memungkinkan buah mampu menarik hara dari daun, yang kadang melawan gradient konsentrasi, belum di pahami, tetapi di kendalikan oleh pembongkaran muatan floem. Berbagai hormone terutama sitokinin. Berbagai factor yang memicu pertumbuhan tajuk bias memperlambat perkembangan bunga, umbi dan buah. Pemupukan nitrogen yang tinggi menyebabkan suburnya pertumbuhan batang dan daun. Tetapi mengurangi perkembangan buah. Kelebihan nitrogen memicu pertumbuhan daun, tetapi kadang menhambat pertumbuhan pada akar. Penuaan yang tertunda pada tanaman karena kuncup bunga di petik (Salisbury dan Ross 1991: 28).
Penampang daun yang memperlihatkan berbagai lapisan jaringan. Tepat di bawah permukaan daun atau epidermis, terdapat lapisan palisade yang memiliki sel-sel panjang untuk membuat makanan. Dan di bawahnya terdapat lapisan spons yang mengandung kloroplas lebih sedikit. Bentuk selnya tidak teratur dan mempunyai rongga untuk sirkulasi udara. Stoma adalah salah satu dari                    ribuan lubang pernapasan yang merupakan lubang masuk udara ke dalam daun (Sambodo 1996: 11).
Daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian seperti berikut : 1. Upih daun atau pelepah daun (vagina). 2. Tangkai daun (petiolus), 3. helaian daun (lamina). Susunan daun yang tidak lengkap ada beberapa kemungkinan yaitu : a). hanya terdiri atas tangkai dan helaian saja : lazimnya lalu di sebut daun bertangkai, b). daun terdiri atas upih dan helaian, daun yang demikian di sebut daun berupih atau daun berpelepah misalnya padi (Oryza sativa L), jagung (Zea mays L). c).daun hanya terdiri atas helaian saja, tanpa upih dan tangkai sehingga helaian langsung melekat atau duduk pada batang. Daun yang demikian di namakan daun duduk (sessilis). d). daun hanya terdiri atas tangkai saja, menjadi pipih sehingga menyerupai helaian daun. Merupakan suatu helaian daun semu atau palsu, di namakan filodia (Gembong 2003 : 12).
















BAB III
METODOLOGI PARKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini di laksanakan pada hari Kamis, Tanggal 21 Oktober  2010. Pukul 13.00-15.00 WIB. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Inderalaya.

3.2. Alat dan bahan
Alat yang di gunakan pada praktikum ini yaitu mikroskop Stereo, pinset, pisau(silet), sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah Caesalpinia pulcherima, Hibiscus rosa-sinensis, Hymenocalis littoralis, Oryza sativa,  Rosa sp,  Vanda sp.

3.3. Cara Kerja
3.3.1. Tumbuhan Dikotil
   Untuk mengamati batang perhatikan bentuk dan tekstur dari ketiga tanaman ini. Potong batangnya secara melintang lalu diamati penampangnya. Kemudian potong sebagian batang tangkai daun dari tanaman tersebut dan diamati daun serta tangkainya. Diperhatikan pula daunnya secara teliti. Bagaimana tangkainya, macamnya, letaknya, bentuknya, urat daunnya, tepinya serta teksturnya. Serta diamati bunga-bunga tersebut, bagaimana macamnya, jumlah sepal dan petalnya, serta benang sari dan putiknya. Diperhatikan dan dibandingkan persamaan dan perbedaan morfologi dari tanaman tersebut yang termasuk satu kelas tetapi berbeda ordo ini. Digambar tanaman-tanaman tersebut serta ditunjukkan bagian-bagaiannya dengan lengkap.

3.3.2. Tumbuhan monokotil
Dilakukan pengamatan terhadap bentuk dan tekstur dari tanaman monokotil khusus untuk batang Hymenocalis littoralis tidak perlu diamati lebih terperinci. Untuk pengamatan daun serta tangkainya, diambil sebagian batang yang berdaun dari tanaman ini, kemudian diamati bagian-bagiannya yang meliputi macam, letak, bentuk daun, urat daun tepi daun, tekstur, serta tangkainya. Khusus untuk tanaman oryza sativa, amati bagian-bagian dunnya secara teliti, karena ini merupakan ciri khusus  dari famili Poaceaa.
Cara mengamatinya adalah sebagai berikut : Diambil satu helai daun dari dasar batang, dilepaskan dari batangnya, kemudian diamati bagian-bagian daunnya sebagai berikut: helai daun yang merupakan bagian yang terlepas dari batangnya, pelepah daun yang merupakan bagian yang terlepas dari batng; serta lidah daun yang merupakan bagian yang terdapat pada ketiak daun.
Diamati tanaman monokotil di atas dengan teliti, bagaimana macamnya, jumlah sepal dan petalnya, serta benang sari dan putiknya. Untuk bunga Oryza sativa, selain diamati bagian-bagian tersebut di atas, amati juga bagian-bagian dari spikulanya dengan menggunakan Lup atau mikroskop stereo. Diperhatikan dan dibandingkan persamaan dan perbedan morfologi dari tanaman monokotil ini yang termasuk satu kelas tetapi berbeda ordo. Kemudian diambil kesimpulan umum ciri-ciri morfologi kelas Monocotyledone. Setelah itu digambar tanaman monokotil tersebut dan ditunjukkan nama bagian-bagiannya dengan lengkap.










BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL
A. Caesalpinia pulcherima

Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Diviso            : Spermathopytha
Classs             : Dycotiledone
Ordo               : Leguminosae
Famili             : Caesalpiniaceae
Genus             : Caesalpinia
Spesies           : Caesalpinia pulcharima
Nama Umum  : Bunga Merak
Keterangan
1.      Corolla
2.      Stigma
3.      Folium
4.      Caulis
5.      Radiks







B. Hibiscus rosa-sinensis
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Diviso            : Spermathopytha
Classs             : Dycotiledone
Ordo               : Malvales
Famili             : Malvaceae
Genus             : Hibiscus
Spesies           : Hibiscus rosa-sinensis
Nama Umum  : Bunga Sepatu
Keterangan
1.      Stigma
2.      Stamen
3.      Style
4.      Corolla
5.      Callyx
6.      Pedicellus
7.      Folium
8.      Radiks
9.      Caulis







C. Hymenocalis littoralis
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Diviso            : Spermathopytha
Classs             : Monocotyledone
Ordo               : Liliales
Famili             : Amarylidaseae
Genus             : Hymenocalis
Spesies           : Hymenocalis littoralis
Nama Umum  : Bunga bakung
Keterangan
1.      Folium
2.      Caulis
3.      Radiks









D. Oryza sativa
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Diviso            : Spermathopytha
Classs             : Monocotyledone
Ordo               : Poales
Famili             : Poaceae
Genus             : Oryza
Spesies           : Oryza sativa
Nama Umum  : Padi
Keterangan
1.      Radiks
2.      Folium
3.      Callyx
4.      Pedicellus
5.      Pistillum








E. Rosa sp
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Diviso             : Spermathopytha
Classs             : Dycotyledone
Ordo               : Maluales
Famili             : Maluaceae
Genus             : Rosa
Spesies           : Rosa sp
Nama Umum  : Bunga Mawar
Keterangan
1.      Flos
2.      Radiks
3.      Caulis
4.      Folium
5.      Callyx











F. Vanda sp
Klasifikasi
Kingdom        : plantae
Diviso            : Spermathopytha
Classs             : Mnocotyledone
Ordo               : Orchidales
Famili             : Orchidaceae
Genus             : Vanda
Spesies           : Vanda sp
Nama Umum  : Bunga Anggrek
Keterangan
1.      Caulis
2.      Radiks
3.      Folium
4.      Flos











4.2 Pembahasan
Dari praktikum yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil berupa gambar  dari Caesalpinia pulcherima, Hibiscus rosa-sinensis, Hymenocalis littoralis,     Oryza sativa, Rosa sp, dan Vanda sp beserta bagian-bagian dan fungsi dari masing-masing bagian-bagian tersebut. Bagian-bagian dari tumbuhan terdiri dari akar, batang, daun, dan bunga. Menurut Setiawan (2010: 32), akar merupakan organ tumbuhan yang berfungsi untuk menyerap air dan unsur-unsur hara serta untuk menopang tegaknya tumbuhan. Akar terbagi menjadi dua yaitu yaitu akar tunggang dan akar serabut. Yang mana akar tunggang merupakan salah satu ciri tumbuhan dikotil dan akar serabut merupakan salah satu ciri tumbuhan monokotil.
Pada tumbuhan Caesalpinia pulcherima  akarnya merupakan akar tunggang yang merupakan ciri dari tumbuhan dikotil. Menurut Anonim (2010: 2), akar terdapat di bagian bawah pada tumbuhan yang tumbuh ke bawah dan berkembang jadi akar utama. Batangnya memiliki kambium yang berfungsi sebagai cadangan makanan pada tumbuhan ini. Bentuk daunnya berbentuk bulat, memanjang yang memiliki ukuran yang sama. Bunganya terdiri dari empat helai, termasuk pada bunga yang tidak sempurna.
Batang merupakan organ tumbuhan yang tumbuh ke atas. Fungsi batang, antara lain membentuk daun, mengantarkannya ke arah matahari, mengangkut air dan garam-garam yang terlarut menuju ke daun dan mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke akar, serta dapat berfungsi menyimpan makanan cadangan. Menurut Tjitrosoepomo (2003: 126), Batang terdiri dari ruas dan buku-buku. Pada buku-buku tersebut terdapat daun. Pada ketiak daun terdapat tunas samping yang dapat tumbuh menjadi cabang vegetatif atau cabang reproduktif. Anatomi batang dikotil dan Gymnospermae memperlihatkan dari luar terdiri dari epidermis, korteks, dan silinder pusat. Ikatan pembuluh pada batang dikotil tersusun secara melingkar (teratur), sedangkan pada tumbuhan monokotil ikatan pembuluhnya tersebar.
Bentuk batang beraneka ragam. Penampang batang berbentuk bulat, persegi atau pipih. Batang dapat tumbuh tak terbatas karena ada meristem apikal. Menurut Anonim (2010: 1), arah tumbuh batang dapat lurus ke atas, menggantung, berbaring, menjalar, serong ke atas, memanjat, dan membelit. Percabangan pada batang dapat monopodial, simpodial atau dikotom. Cabang tersebut dapat tumbuh tegak, condong ke atas, mendatar, terkulai atau menggantung.
Daun merupakan salah satu bagian pokok pada tumbuhan monokotil ataupun tumbuhan dikotil. Berdasarkan jumlah helai daun pada setiap tangkai, kita mengenal adanya daun tunggal dan daun majemuk. Menurut Tjitrosoepomo (2003: 128) daun majemuk dibedakan ke dalam daun majemuk menyirip, daun majemuk menjari, dan daun majemuk campuran. Bergantung pada cara penyusunan anak daun pada tangkai daun. Daun majemuk juga dapat dibedakan ke dalam daun majemuk gasal dan daun majemuk genap. Daun majemuk menyirip dapat dibedakan menjadi daun majemuk ganda 2, ganda 3, dan seterusnya. bergantung pada letak anak daun pada anak tangkai ordo ke-2, ke-3, dan seterusnya.
Bunga merupakan bagian dari tumbuhan sekaligus sebagai perhiasan                      bunga yang nantinya bakalan tumbuh biji. Bagian-bagian bunga menurut                 Setiawan (2010: 35) adalah tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptacle), perhiasan bunga (perianthum), benang sari (stamen), putik (pistillum). Seperti halnya dengan daun, maka bunga pun dikenal adanya bunga tunggal dan bunga majemuk. Sedangkan berdasarkan benang sari dan putik, bunga dibedakan atas biseksual, uniseksual.
Tumbuhan terbagi menjadi dua yaitu tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil. Menurut Anonim (2010: 2) perbedaan tumbuhan dikotil dan monokotil antara lain pada tumbuhan dikotil mempunyai akar tunggang dan tumbuhan monokotil mempunyai akar serabut, berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil tersusun dalam satu lingkaran dan pada tumbuhan monokotil tampak tersebar.
Pada tumbuhan Hymenocalis littoralis merupakan tanaman basah yang termasuk ke dalam ordo Liliales dan Family Amarylidaceae. Menurut Setiawan (2010: 37) morfologi dari tumbuhan ini adalah memiliki batang bunga, daun tunggal dengan letak basal rozet dan bunga alam perbungaan umbella. Tumbuhan Oryza sativa memiliki morfologi batang berbentuk bulat berongga dan beruas dengan tekstur kasap, daun tunggal dengan letak basal rozet, bunga dalam perbungaan spika. Hibiscus rosa-sinensis memiliki morfologi batang berbentuk bulat dan berkayu dengan tekstur licin, daun tunggal dengan letak bergantian dan bunga tunggal, biseksual dengan bentuk radial simetri.
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dari praktikum ini, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut :
  1. Morfologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari struktur organ tumbuhan baik mengenai akar, daun, batang, bunga, buah, maupun bijinya.
  2. Pada dasarnya tumbuhan terbagi atas tiga organ pokok yaitu akar (radiks), batang (caulis), dan daun (folium).
  3. Akar merupakan organ tumbuhan yang berfungsi untuk menyerap air dan unsur-unsur hara serta untuk menopang tegaknya tumbuhan.
  4. Batang merupakan hasil perkembangan bakal batang (kaulikula) pada lembaga . Batang juga merupakan tempat melekatnya daun, bunga, maupun buah.
  5. Bunga merupakan alat reproduktif seksual yang kompleks dan tumbuhan berbunga akan menghasilkan buah berbiji dan berasal dari turunan tunas batang dan daun.
















ABSTRAK
Praktikum yang berjudul “Morfologi Tumbuhan”, bertujuan                           untuk mengetahui bentuk dan struktur morfologi organ-organ pada tumbuhan. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 21 Oktober 2010, Pukul 13.00-15.00 WIB, Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Alat yang digunakan adalah Mikroskop Stereo, pisau (silet),dan pinset sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah Caesalpinia pulcherima, Hibiscus rosa-sinensis, Hymenocalis littoralis,                  Oryza sativa, Rosa sp, dan Vanda sp. Hasil yang didapatkan berupa gambar Caesalpinia pulcherima, Hibiscus rosa-sinensis, Hymenocalis littoralis,                 Oryza sativa, Rosa sp, dan Vanda sp. Adapun kesimpulannya adalah morfologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari struktur organ tumbuhan baik mengenai akar, daun, batang, bunga, buah, maupun bijinya.






























DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Morfologi tumbuhan. http ://www.wikipedia.org/wiki/Morfologi tumbuhan. Diakses tanggal 20 Oktober 2010.
Frank B Salisbury dan Cleon W Ross. 1991. Fisiologi Tumbuhan jilid 3. Institut Tehknologi Bandung. Bandung.
Nurmala, Tati. 1998. Serialia Sumber Karbohidrat Utama. PT.Renika Cipta. Jakarta.
Sambodo, J. 1996. Kehidupan Tumbuhan. PT. Gramedia. Jakarta.
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan Edisi ke-14. Gajah Mada University Press. Yogyakar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar